Islamic Banking Investment



Menurut Sunariyah (2003:4): “Investasi adalah penanaman modal untuk satu atau lebih aktiva yang dimiliki dan biasanya berjangka waktu lama dengan harapan mendapatkan keuntungan di masa-masa yang akan datang.” Dewasa ini banyak negara-negara yang melakukan kebijaksanaan yang bertujuan untuk meningkatkan investasi baik domestik ataupun modal asing. Hal ini dilakukan oleh pemerintah sebab kegiatan investasi akan mendorong pula kegiatan ekonomi suatu negara, penyerapan tenaga kerja, peningkatan output yang dihasilkan, penghematan devisa atau bahkan penambahan devisa.

Menurut Husnan (1996:5) menyatakan bahwa “proyek investasi merupakan suatu rencana untuk menginvestasikan sumber-sumber daya, baik proyek raksasa ataupun proyek kecil untuk memperoleh manfaat pada masa yang akan datang.” Pada umumnya manfaat ini dalam bentuk nilai uang. Sedang modal, bisa saja berbentuk bukan uang, misalnya tanah, mesin, bangunan dan dan berbagai komponenn lain yang dapat digunakan sebagai barang modal.
Namun baik sisi pengeluaran investasi ataupun manfaat yang diperoleh, semua harus dikonversikan dalam nilai uang yang merupakan standar investasi yang sudah ditetapkan.


Suatu rencana investasi perlu dianalisis secara seksama. Analisis rencana investasi pada dasarmya merupakan penelitian tentang dapat tidaknya suatu proyek (baik besar atau kecil) dapat dilaksanakan dengan berhasil, atau suatu metode penjajakkan dari suatu gagasan usaha/bisnis tentang kemungkinan layak atau tidaknya gagasan usaha/bisnis tersebut dilaksanakan.

Suatu proyek investasi umumnya memerlukan dana yang besar dan akan mempengaruhi perusahaan dalam jangka panjang. Oleh karena itu dilakukan perencanaan investasi yang lebih teliti agar tidak terlanjur menanamkan investasi pada proyek yang tidak menguntungkan.
Berdasarkan (
www.sinarharapan.co.id/ekonomi/eureka/2003/021/eur1.html) menyatakan bahwa alasan investasi adalah sebagai berikut:

a.        Produktifitas seseorang yang selalu mengalami penurunan.
b.     Tidak menentunya lingkungan perekonomian sehingga memungkinkan suatu saat penghasilan jauh lebih kecil dari pada sesuatu yang menjadi komponen pengeluaran.
c.       Kebutuhan-kebutuhan yang cenderung selalu mengalami peningkatan.

Tipe Investor Menurut profil Resiko
Tipe-tipe investor menurut profil resiko dalam berinvestasi dapat dideskripsikan berikut (www.danareksa.com/home/index_produk.cfm?act=investasiRepot)

1. Defensive

Investor dengan tipe defensive, investor ini berusaha untuk mendapatkan keuntungan dan menghindari resiko sekecil apapun dari investasi yang dilakukan. Investor tipe ini tidak mempunyai keyakinan yang cukup dalam hal spekulasi, dan lebih memilih untuk menunggu saat-saat yang tepat dalam berinvestasi agar investasi yang dilakukan terbebas dari resiko.

2. Conservative

Investor dengan tipe conservative, biasanya berinvestasi untuk meningkatkan kualitas hidup keluarga dan dengan rentang waktu investasi yang cukup panjang, misalnya, untuk pendidikan perguruan tinggi anak atau biaya hidup di hari tua. Investor tipe ini memiliki kecenderungan menanam investasi dengan keuntungan (yield) yang layak saja dan tidak memiliki resiko besar, karena filosofi investasi mereka untuk menghindari resiko. Walaupun investor conservative sering berinvestasi, investor ini umumnya mengalokasikan sedikit waktu untuk menganalisa dan mempelajari portofolio investasinya.

3. Balanced

Investor dengan tipe balanced, merupakan tipe investor yang menginginkan resiko menengah. Investor tipe ini selalu mencari proporsi yang seimbang antara resiko yang dimungkinkan terjadi dengan pendapatan yang dapat diraih. Tipikal investor ini bahwa mereka akan selalu berhati-hati dalam memilih jenis investasi, dan hanya investasi yang proporsional antara resiko dan penghasilan yang bisa diperoleh yang akan dipilih.

4. Moderately aggressive

Moderately aggressive, merupakan tipe investor yang tenang atau tidak ekstrim dalam menghadapi resiko. Investor ini cenderung memikirkan kemungkinan terjadinya resiko dan kemungkinan bisa mendapatkan keuntungan. Dalam hal ini, investor dengan tipe moderately aggressive selalu tenang dalam mengambil keputusan investasi karena keputusan yang ditetapkan sudah dipikirkan sebelumnya.

5. Aggressive

Investor aggressive, atau biasa disebut 'pemain', adalah kebalikan dari investor conservative. Mereka sangat teliti dalam menganalisa portofolio yang dimiliki.
Semakin banyak angka-angka dan fakta yang bisa dianalisa adalah semakin baik. Investor tipe ini umumnya berinvestasi dengan rentang waktu relatif pendek karena mengharapkan adanya keuntungan yang besar dalam waktu singkat. Walaupun tidak berharap untuk merugi, namun setiap investor aggressive menyadari bahwa kerugian adalah bagian dari permainan.


Jenis-Jenis Investasi

Menurut Senduk (2004:24) bahwa produk-produk investasi yang tersedia di pasaran antara lain:
a. Tabungan di bank

Dengan menyimpan uang di tabungan, maka akan mendapatkan suku bunga tertentu yang besarnya mengikuti kebijakan bank bersangkutan. Produk tabungan biasanya memperbolehkan kita mengambil uang kapanpun yang kita inginkan.

b. Deposito di bank

Produk deposito hampir sama dengan produk tabungan. Bedanya, dalam deposito tidak dapat mengambil uang kapanpun yang diinginkan, kecuali apabila uang tersebut sudah menginap di bank selama jangka waktu tertentu (tersedia pilihan antara satu, tiga, enam, dua belas, sampai dua puluh empat bulan, tetapi ada juga yang harian). Suku bunga deposito biasanya lebih tinggi daripada suku bunga tabungan. Selama deposito kita belum jatuh tempo, uang tersebut tidak akan terpengaruh pada naik turunnya suku bunga di bank.

c. Saham

Saham adalah kepemilikan atas sebuah perusahaan tersebut. Dengan membeli saham, berarti membeli sebagian perusahaan tersebut. Apabila perusahaan tersebut mengalami keuntungan, maka pemegang saham biasanya akan mendapatkan sebagian keuntungan yang disebut deviden. Saham juga bisa dijual kepada pihak lain, baik dengan harga yang lebih tinggi yang selisih harganya disebut capital gain maupun lebih rendah daripada kita membelinya yang selisih harganya disebut capital loss. Jadi, keuntungan yang bisa didapat dari saham ada dua yaitu deviden dan capital gain.

d. Properti

Investasi dalam properti berarti investasi dalam bentuk tanah atau rumah.
Keuntungan yang bisa didapat dari properti ada dua yaitu :

(a) Menyewakan properti tersebut ke pihak lain sehingga mendapatkan uang sewa.

(b) Menjual properti tersebut dengan harga yang lebih tinggi.

e. Barang-barang koleksi

Contoh barang-barang koleksi adalah perangko, lukisan, barang antik, dan lain-lain. Keuntungan yang didapat dari berinvestasi pada barang-barang koleksi adalah dengan menjual koleksi tersebut kepada pihak lain.

f. Emas

Emas adalah barang berharga yang paling diterima di seluruh dunia setelah mata uang asing dari negara-negara G-7 (sebutan bagi tujuh negara yang memiliki perekonomian yang kuat, yaitu Amerika, Jepang, Jerman, Inggris, Italia, Kanada, dan Perancis). Harga emas akan mengikuti kenaikan nilai mata uang dari negara-negara G-7. Semakin tinggi kenaikan nilai mata uang asing tersebut, semakin tinggi pula harga emas. Selain itu harga emas biasanya juga berbanding searah dengan inflasi. Semakin tinggi inflasi, biasanya akan semakin tinggi pula kenaikan harga emas. Seringkali kenaikan harga emas melampaui kenaikan inflasi itu sendiri.

g. Mata uang asing

Segala macam mata uang asing biasanya dapat dijadikan alat investasi.
Investasi dalam mata uang asing lebih beresiko dibandingkan dengan investasi dalam saham, karena nilai mata uang asing di Indonesia menganut sistem mengambang bebas (free float) yaitu benar-benar tergantung pada permintaan dan penawaran di pasaran. Di Indonesia mengambang bebas membuat nilai mata uang rupiah sangat fluktuatif.

h. Obligasi

Obligasi atau sertifikat obligasi adalah surat utang yang diterbitkan oleh pemerintah maupun perusahaan, baik untuk menambah modal perusahaan atau membiayai suatu proyek pemerintah. Karena sifatnya yang hampir sama dengan deposito, maka agar lebih menarik investor suku bunga obligasi biasanya sedikit lebih tinggi dibanding suku bunga deposito. Selain itu seperti saham kepemilikan obligasi dapat juga dijual kepada pihak lain baik dengan harga yang lebih tinggi maupun lebih rendah daripada ketika membelinya. Terdapat pengelompokkan jenis-jenis investasi (www.winterthur.co.id/id/winpens3.htm), yaitu:

1. Deposito berjangka

Simpanan dalam mata uang Rupiah, dengan tingkat suku bunga relatif lebih tinggi dibandingkan jenis simpanan lainnya. Tersedia dalam jangka waktu 1,3, 6, 12, dan 24 bulan.

2. Sertifikat Bank Indonesia (SBI)

Sertifikat Bank Indonesia (SBI) merupakan bagian dari upaya BI untuk meredam dan menstabilkan likuiditas yang ada di pasar.

3. Saham

Surat bukti pemilikan bagian modal perseroan terbatas yang memberikan berbagai hak menurut ketentuan anggaran dasar (shares, stock ).

4. Obligasi

Surat utang yang berjangka waktu lebih dari satu tahun dan bersuku bunga tertentu, yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk menarik dana dari masyarakat, guna pembiayaan perusahaan atau oleh pemerintah untuk keperluan anggaran belanjanya (debenture bond).

5. Sekuritas pasar uang

Sekuritas pasar uang merupakan surat-surat berharga jangka pendek yang diperjualbelikan di pasar uang.

6. Sertifikat hutang obligasi

Merupakan bukti kepemilikan piutang kepada pihak lain. Sertifikat ini dapat diperjualbelikan pada tingkat diskonto tertentu. Sertifikat hutang obligasi ini
merupakan bentuk investasi jangka panjang.

7. Tanah/bangunan

Investasi ini tergolong investasi dalam bentuk property, investasi ini biasanya untuk jangka waktu panjang karena mengharapkan adanya kenaikan dari nilai tanah/bangunan yang telah dibelinya.

8. Reksa dana.

Wadah investasi yang berisi dana dari sejumlah investor dimana uang didalamnya diinvestasikan ke dalam berbagai produk investasi oleh sebuah Perusahaan Manajemen Investasi (Mutual Fund).

Keunggulan dan Kekurangan Setiap Investasi

a. Produk perbankan

(1) Tabungan

Digunakan untuk menyimpan dana nasabah. Dapat memberikan banyak kemudahan, antara lain:

• Likuiditas yang tinggi, dapat diambil kapan saja: counter bank dan ATM

• Kemudahan bertransaksi: pengiriman uang, pembayaran (telepon, kartu kredit, dan lain-lain), penukaran uang, dan lain-lain.

• Dijamin pemerintah, sampai tahun 2006.

Kekurangan:

• Suku bunga yang diberikan sangat rendah, di bawah tingkat inflasi.

• Bunga kena pajak 20% untuk yang di atas Rp 7,5 juta.

(2) Rekening koran (cheque/giro)

Dipergunakan secara luas oleh perusahaan dan perorangan, untuk melakukan transaksi keuangan.

Kemudahan, antara lain:

• Likuiditas tinggi, dapat diambil kapan saja: counter bank pencairan cek.

• Kemudahan bertransaksi: pembayaran ke pihak lain tanpa menggunakan uang tunai dan tanpa harus datang ke bank.

• Dijamin oleh pemerintah.

Kekurangan:

• Tidak ada bunga, hanya terdapat jasa giro yang sangat rendah

• Bunga kena pajak 20%.

(3) Deposito berjangka

Dipergunakan untuk menabung/menyimpan uang dalam jangka waktu tertentu.
Kemudahan, antara lain:

• Suku bunga yang lebih tinggi, sekitar 6%.

• Likuiditas tinggi, dapat diambil kapan saja, meskipun ada jangka waktu
tertentu.

• Dapat dijaminkan: untuk mendapatkan hutang dari bank yang sama.

• Dijamin oleh pemerintah, rate (%) x (# of Days/365) x Nominal x 0.80, 12% x (31/365) x IDR 1,000,000 x 0.80.

Kekurangan:

• Terkena penalti, bila diambil sebelum jatuh tempo

• Bunga kena pajak 20%, di atas Rp 7,5 juta.

Kesimpulan:
Dikarenakan sifatnya dan bunga yang diberikan dari suatu produk perbankan berada di bawah rate inflasi, maka produk perbankan tidak sesuai untuk dipakai sebagai alat investasi.
Kelebihan:

• Akses yang cepat/likuiditas yang tinggi

• Kemudahan bertransaksi

• Jaminan pemerintah

Secara umum, bank idealnya digunakan sebagai tempat melakukan transaksi.
Produk perbankan sangat ideal dipergunakan untuk penempatan dana darurat (emergency fund).

b. Produk investasi

Reksa Dana/Unit Trust

Keunggulan:




• Diversifikasi

• Pilihan investasi yang beragam

• Transparansi

• Peraturan yang ketat

• Biaya yang rendah (subs, redeem, management fee)

• Keuntungan pajak (untuk di Indonesia saat ini)

• Minimum investasi yang rendah.


Konsep Investment Banking Dalam Perbankan Syariah

“Implementasi Mudharabah Muqayyadah dalam Perbankan Syariah”

Secara defenisi, investasi adalah menggunakan dan memanfaatkan uang untuk mendapatkan uang lebih banyak lagi, dengan cara menempatkan uang tersebut pada usaha yang diharapkan akan meningkat nilainya pada masa yang akan datang. Usaha dimaksud adalah usaha di sektor riil (tangible economic equity). Berbeda dengan investasi lainnya, investasi syariah memiliki spesifikasi yang lebih khusus antara lain : tidak mengenal sistem bunga, mempertimbangkan kehalalan usaha, dan keadilan transaksi. Investasi syariah tidak hanya melulu bicara tentang making money, tetapi juga memperhatikan nilai-nilai spiritual, keadilan dan kemaslahatan. Dengan demikian, maka pola investasinya akan menjadi lebih rumit, terutama bagi sebagian orang yang tidak memiliki semangat spirituil sejati. Namun begitulah adanya, sebagaimana firman Tuhan yang menyebutkan bahwa perjalanan menuju syurga itu menanjak, berbatu dan berliku. Sangat berbeda dengan perjalan menuju neraka yang landai, lurus dan mulus.

Skim Investasi Syariah
Meskipun belum banyak digeluti oleh sebagian orang, ternyata investasi syariah memiliki keragaman yang lebih luas ketimbang skim inestasi non syariah. Ada beberapa skim investasi syariah yang dapat dijadikan acuan, antara lain :


a. Pembiayaan Modal Kerja (Working Capital Financing Fund)
Skim ini bertujuan untuk memperoleh pengembalian yang optimum dengan jadual pembayaran yang sudah ditentukan. Dalam skim ini, transaksi dipecah menjadi 2 akad, yang terpisah yaitu: Murabahah dan Mudharabah secara proporsional. Dengan begitu, diharapkan akan diperoleh pendapatan yang tetap dari transaksi murabahah. Sementara itu, investor akan memperoleh penghasilan yang berfluktuasi dari transaksi mudharabah. Namun demikian, skim ini ditentang oleh Zainul Arifin dengan alasan bahwa tujuan investor adalah investasi, dan bukannya bertransaksi jual beli (murabahah).

b. Skim Proteksi Modal (Capital Protection Investment Scheme)
Tujuan utama skim ini adalah mencapai keuntungan yang optimum dengan mekanisme perlindungan (dalam mata uang asing) sesuai dengan Syariah Islam. Dalam skim ini, transaksi murabahah dilakukan dengan pemilik perusahaan dan disaat yang sama melakukan transaksi mudharabah dengan anak perusahaan (portofolio). Dengan struktur investasi tersebut, transaksi mudharabah terproteksi oleh transaksi Murabahah dengan sistem pendapatan yang fix.

c. Murabahah Property Fund
Objektif skim ini adalah memberikan penghasilan yang stabil dengan menetapkan pembayaran tetap tahunan dalam mata uang US Dollar (asing). Transaksi dalam skim ini didasarkan atas Murabahah dengan ekspektasi waktu pengembalian 5 tahun. Dana akan diinvestasikan dalam pembelian penghasilan/pembayaran yang didapat dari properti dan selanjutnya properti tersebut segera dijual kembali secara Murabahah kepada perusahaan dalam jangka waktu 5 tahun.

d. Al-Manzil Fund Scheme
Tujuan investasi dengan skim ini adalah memperoleh hasil jangka panjang dari investasi “Asset backed securities” dengan perlindungan mata uang rupiah (domestic currency) mengikuti prinsip Syariah Islam. Skim ini digunakan untuk pembiayaan pengadaan rumah, dan diproyeksikan untuk menggantikan produk KPR. Skim investasi ini sepenuhnya dilakukan atas dasar Mudharabah antara Investor dan manager Investasi, dengan dukungan Mortgage Agreement dan Buy Back Guarantee. Pada skim ini digunakan beberapa akad antara lain : mudharabah antara bank dengan investor, istishna’ antara bank dengan pengembang, serta sewa beli dan murabahah antara bank dengan konsumen. Skim ini akan menjadi skim yang mampu berdiri sendiri (bebas pengaruh fluktuasi suku bunga), manakala investor-investor tersebut juga merupakan kumpulan konsumen akhir.

Islamic Money Market.
Pada sistem yang lebih makro, investasi syariah dapat berpartisipasi dalam sistem pasar uang yang saat ini telah banyak dikenal. Namun demikian, banyak modifikasi yang perlu dilakukan jika ingin ikut berpartisipasi dalam pasar uang. Dalam sistem ekonomi Islam, beberapa ulama dan praktisi lebih banyak menyebutnya sebagai Pasar Keuangan bukannya Pasar Uang, atau lebih dikenal dengan istilah Islamic Money Market. Tujuan pengadaan Islamic Money Market adalah untuk menyediakan fasilitas likuiditas dengan tingkat pengembalian yang kompetitif serta sesuai dengan prinsip Syariah Islam.
Struktur Investasinya dilakukan secara simultan. Pertama, dana kelolaan akan didaftarkan pada BAPEPAM (Badan Pengawas Pasar Modal). Dana dimaksud kemudian akan dipisahkan antara portofolio Rupiah dan US Dollar (foreign Currency). Portofolio dalam bentuk rupiah akan diinvestasikan dalam skim Ijarah atau Murabahah yang diterbitkan oleh Bank Indonesia. Portofolio dimaksud maksimal terdiri dari 10 saham yang sangat likuid yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta. Sementara itu, portofolio US Dollar (Foreign Currency) akan diinvestasikan pada produk-produk investasi dalam bentuk US Dollar yang diterbitkan oleh Bank Islam Internasional yang kredibel.
Aktivitas investasi harus sesuai dengan kebutuhan akan Dewan Syariah Islam yang kredibel. Maksimal Investasi pada Ijarah/Murabahah adalah 80% dari total nilai asset, dan investasi pada saham-saham lain terbatas pada 10 besar saham yang paling likuid dengan tingkat volatilitas yang rendah.
Implementasi Sistem Investasi Pada Perbankan Syariah
Saat ini harus diakui bahwa perkembangan perbankan syariah masih lamban. Hal ini terlihat dari komposisi asset perbankan syariah yang tidak mencapai 1% daripada total asset perbankan nasional. Hal ini dapat dimaklumi karena sistem perbankan syariah memerlukan proses edukasi yang panjang bagi masyarakat dan bahkan para pelaku perbankan syariah sendiri. Salah satu pola fikir masyarakat yang harus diubah adalah mengubah pola hidup menabung menjadi pola hidup berinvestasi. Saat ini masyarakat lebih senang menabung daripada berinvestasi karena tanpa harus bekerja akan selalu memperoleh bunga yang besar dan tetap setiap bulannya. Selain itu, pokok tabungannya pun dijamin oleh pemerintah. Pola hidup seperti ini kemudian menghasilkan manusia-manusia pemalas yang ingin mendapat uang banyak tanpa ingin bekerja. Dampaknya bagi perekonomian nasional sudah dapat diduga, yakni stagnasi sektor riil akibat tidak sinkron dengan sektor perbankan.
Bagi praktisi perbankan sendiri, harus segera dilakukan perubahan dan pelurusan konsep tabungan dan investasi. Tabungan itu bukanlah mudharabah melainkan wadiah. Perbankan syariah harus segera melakukan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat tentang karakteristik investasi, terutama adanya peluang untung – rugi. Sedangkan skim investasi seperti mudharabah dan musyarakah harus segera diubah dari konsep revenue sharing menjadi profit sharing.

Mudharabah Muqayyadah
Dalam implementasinya di sistem perbankan syariah, terdapat kesalahan persepsi di kalangan masyarakat ekonomi syariah yakni selalu menggandengkan antara akad-akad fiqh dengan transaksi perbankan modern. Sebagai contoh jika bicara tentang ijarah maka pasti leasing, jika bicara tentang mudharabah muqayyadah maka pasti disimpulkan bahwa itu adalah direct investment. Padahal keduanya sama sekali tidak ada hubungannya. Dalam satu transaksi perbankan, dapat dilakukan dengan beberapa macam akad fiqh. Sebagai contoh, mudharabah muqayyadah tidak mesti digunakan untuk direct investment saja, tetapi juga dapat digunakan untuk transaksi bank lainnya. Konsep transaksi suatu produk perbankan dapat dibentuk dalam beberapa alternatif akad fiqh. Namun demikian, kemudian dipilih alternatif terbaik dengan kriteria : kehalalan transaksi, kemudahan implementasi dan
profitability transaksi.
Transaksi mudharabah muqayyadah tidak mesti berdiri sendiri, namun juga dapat dikombinasikan dengan skim lanjutan yang bentuknya bisa beraneka ragam, seperti murabahah, salam, ijarah dan lain-lain. Transaksi mudharabah muqayyadah terdiri dari 2 (dua) skema besar yakni off balance sheet dan transaksi on balance sheet. Transaksi mudharabah muqayyadah off balance sheet inilah yang bisa disebut sebagai direct investment. Pada transaksi ini, penandatanganan akad terjadi antara investor (shahibul maal) dengan pengusaha (mudharib). Bank sama sekali tidak terlibat dalam akad dimaksud. Dalam transaksi ini, bank hanya bertindak sebagai arranger saja sehingga tidak berhak memperoleh bagi hasil hanya arranger fee saja. Keterikatan bank dengan para pihak yang terlibat (investor dan pengusaha) dapat dilakukan dengan 2 (dua) akad yakni : akad simsar/samsarah dan akad jo’alah. Akad simsar terjadi jika bank bertindak menyediakan jasa untuk mempertemukan antara investor dan mudharib. Pada sistem ini bank biasanya membuat Info Memo tentang bisnis tertentu untuk kemudian ditawarkan kepada para investor. Bank menjamin kebenaran data didalam Info Memo tersebut, tetapi tidak bertanggung jawab atas risiko bisnis dimaksud. Sedangkan pada akad jo’alah, bank bertindak sebagai agen dari investor untuk mencari bisnis dengan karakteristik yang ditentukan investor (menyangkut profil usaha, tingkat risiko, tingkat return, dan lain-lain). Atas jasa bank tersebut, investor akan memberikan arranger fee.
Selain off balance sheet, mudharabah muqayyadah dapat juga dilakukan secara on balance sheet. Prinsipnya adalah apabila investor memberikan suatu syarat tertentu pada investasi yang dilakukannya, maka itulah yang dimaksud dengan mudharabah muqayyadah. Sehubungan dengan itu, bank dapat menciptakan produk investasi sebagaimana deposito dengan persyaratan tertentu misalnya investasi untuk sektor tertentu seperti pertanian, manufaktur dan jasa atau                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                           berdasarkan akad yang digunakan seperti dalam rangka penjualan cicilan, penyewaan cicilan dan kerja sama usaha. Yang terpenting dalam transaksi on balance sheet adalah kesesuaian cash flow yang diterima bank dari investor dengan penerimaan bank dari mudharib, sehingga bank tidak perlu melakukan pembayaran setiap bulan manakala pengembalian yang dilakukan mudharib setelah 3 bulan.
Metode bagi hasil dapat dilakukan dengan metode : cluster pool of fund, project sharing dan arranger fee. Cluster pool of fund adalah sistem dimana bank memberikan pilihan alternatif investasi berdasarkan jenis transaksi seperti jual-beli, sewa menyewa dan lain-lain. Project Sharing adalah sistem dimana alternatifnya berdasarkan jenis proyek usaha seperti pertanian, pertambangan, transportasi dan lain-lain. Sedangkan arranger fee adalah sistem dimana bank hanya bertindak sebagai perantara saja.
Perluasan Ke Wilayah Eropa
Pada tahun 1958, 6 pendiri Common Pasar negara menciptakan EIB untuk berkontribusi terhadap integrasi, pembangunan seimbang dan kohesi ekonomi dan sosial dari apa yang sekarang menjadi negara anggota Uni Eropa. During its first 50 years of operations, the Bank has won significant experience in financing investment projects across a wide range of sectors. Selama 50 tahun pertama operasi, Bank telah memenangkan pengalaman yang signifikan dalam pembiayaan proyek-proyek investasi di berbagai sektor. It has supported the Common Market's most important achievements, contributing to European economic growth; it has taken up the challenges of six EU enlargements, from six to 27 Member States, increasing its capital from one billion “Units of Account” to currently EUR 163.6 billion. Telah mendukung pencapaian Pasar Bersama yang paling penting, memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Eropa, tetapi telah mengambil tantangan enam perluasan Uni Eropa, dari enam sampai 27 Negara Anggota, menambah modal dari satu milyar "Satuan Account" untuk saat ini EUR 163600000000 . The EIB has played a major role in the run-up to the birth of the Euro, launching initiatives that paved the way for the transition to a single currency. EIB telah memainkan peran utama dalam menjelang kelahiran Euro, meluncurkan inisiatif yang membuka jalan bagi transisi ke mata uang tunggal.
Historically, the EIB's main lending objective has been to promote economic and social cohesion and convergence across the EU, with particular support for its poorer regions.Secara historis, tujuan pinjaman utama EIB ini adalah untuk mempromosikan kohesi ekonomi dan sosial dan konvergensi di Uni Eropa, dengan dukungan khususnya untuk daerah yang lebih miskin. This goal is now joined by five other priority objectives within the EU: supporting small and medium-sized enterprises; protecting the environment; creating an innovative and knowledge-based European economy; building efficient trans-European transport networks; and ensuring sustainable, competitive and secure sources of energy. Tujuan ini kini bergabung dengan lima tujuan prioritas lain dalam Uni Eropa: mendukung usaha kecil dan menengah, pelestarian lingkungan; menciptakan ekonomi Eropa inovatif dan berbasis pengetahuan, membangun jaringan transportasi yang efisien trans-Eropa; dan memastikan berkelanjutan, kompetitif dan mengamankan sumber-sumber energi.
But the EIB is not only a lender.Tetapi tidak hanya EIB pemberi pinjaman. It also borrows money in the world's capital markets at the best possible cost, and passes this funding on to its loan customers. Hal ini juga meminjam uang di pasar modal dunia pada biaya terbaik, dan melewati pendanaan ini kepada pelanggan pinjaman. It has been doing this for five decades, operating in dramatically and dynamically changing market circumstances while at the same time playing a pioneering role in market development and promoting an integrated European market. Ini telah melakukan ini selama lima dekade, yang beroperasi di dramatis dan dinamis mengubah kondisi pasar sementara pada saat yang sama memainkan peran perintis dalam pengembangan pasar dan mempromosikan pasar Eropa terintegrasi. Outside the EU's borders, the EIB finances projects on the basis of external mandates granted by the European Council in line with the Union's cooperation and development policies. Luar perbatasan Uni Eropa, EIB mendanai proyek-proyek berdasarkan mandat eksternal yang diberikan oleh Dewan Eropa sejalan dengan kerja sama Uni dan kebijakan pembangunan. The Mandates for Candidate countries, potential Candidate countries and Neighbours 1 are executed by the EIB with a particular emphasis. The Mandat bagi negara-negara Calon, potensi negara dan Calon Tetangga 1 dijalankan oleh EIB dengan penekanan khusus.
These are extraordinarily tough and wide-ranging remits.Ini adalah luar biasa remits tangguh dan luas. However, the lending figures are building towards these goals. Namun, angka pinjaman sedang membangun menuju tujuan-tujuan tersebut. In the early 1980s, EIB new lending stood at around €4 billion a year. Pada awal 1980-an, pinjaman EIB baru berdiri di sekitar € 4000000000 setahun. By 1995, new loans amounted to more than €20 billion. Pada tahun 1995, pinjaman baru sebesar lebih dari € 20 miliar. And by 2007, annual EIB lending was edging towards €50 billion, while total borrowing amounted to €55 billion. Dan dengan 2007, pinjaman EIB tahunan itu merayap menuju € 50 miliar, sedangkan jumlah pinjaman sebesar € 55 miliar.
Promoting Economic and Social Cohesion in the Enlarged EU Mempromosikan dan Kohesi Sosial Ekonomi di Uni Eropa DiperbesarToday, the EIB's remit to support regional economic development and promote social cohesion is increasingly focusing on Central and Eastern Europe, in a massive effort to iron out the newly enlarged EU's substantial regional imbalances in competitiveness and growth.
Hari ini, mengirimkan EIB untuk mendukung pembangunan ekonomi daerah dan meningkatkan kohesi sosial semakin berfokus pada Tengah dan Eropa Timur, dalam upaya besar-besaran untuk besi keluar ketidakseimbangan besar Uni Eropa yang baru diperbesar regional daya saing dan pertumbuhan.
Between 2007 and 2013, €308 billion of grants will be allocated through EU Structural Funds, of which €160 billion are earmarked for the 12 new Member States.Antara tahun 2007, dan 2013 € 308000000000 hibah akan dialokasikan melalui Dana Uni Eropa Struktural, dimana 160.000.000.000 € diperuntukkan untuk 12 negara anggota baru. This huge sum of money represents the biggest investment of Structural Funds in EU history, accounting for nearly 36% of the total EU budget. Ini sejumlah besar uang merupakan investasi terbesar Dana Struktural dalam sejarah Uni Eropa, akuntansi selama hampir 36% dari total anggaran Uni Eropa. Funds will be strictly targeted at less developed regions of these countries, where training and employment opportunities are often fewer and less accessible. Dana akan sangat ditargetkan pada daerah tertinggal dari negara-negara, di mana pelatihan dan kesempatan kerja seringkali lebih sedikit dan kurang dapat diakses. The Bank is working with the Commission and the Member States to identify projects eligible for these grants. Bank bekerja sama dengan Komisi dan negara-negara anggota untuk mengidentifikasi proyek-proyek yang memenuhi syarat untuk hibah ini. Priority will be given to the 12 countries that joined the EU between 2004 and 2007 2 Prioritas akan diberikan kepada 12 negara-negara yang bergabung dengan Uni Eropa antara 2004 dan 2007
One of the most effective and important tools to help deploying the €308 billion earmarked for social and economic cohesion and convergence projects effectively is the “Joint Assistance to Support Projects in European Regions” (JASPERS) initiative, which kicked off in late 2005.Salah satu alat yang paling efektif dan penting untuk membantu menyebarkan € 308 milyar dialokasikan untuk kohesi sosial dan ekonomi dan proyek konvergensi efektif adalah "Bantuan Bersama dengan Proyek Dukungan di Kawasan Eropa" (Jaspers) inisiatif, yang dimulai pada akhir tahun 2005. JASPERS is backed by the EIB, the European Commission and the European Bank for Reconstruction and Development (EBRD). Jaspers didukung oleh EIB, Komisi Eropa dan Bank Eropa untuk Rekonstruksi dan Pembangunan (EBRD). Its emphasis is to ensure that the funds made available are used effectively, providing assistance from the start of a project cycle right through to the final application for EU funding and approval. penekanan adalah untuk memastikan bahwa dana yang tersedia digunakan secara efektif, memberikan bantuan dari awal dari siklus proyek sampai ke aplikasi final untuk pendanaan Uni Eropa dan persetujuan.
At the end of July 2008, JASPERS was providing active assistance to some 280 projects that, if approved by the European Commission, will absorb investment of some €51bn.Pada akhir Juli 2008, Jaspers adalah memberikan bantuan aktif untuk beberapa 280 proyek-proyek yang, jika disetujui oleh Komisi Eropa, akan menyerap investasi dari beberapa 51bn €. The JASPERS portfolio is relatively well balanced between five sectors; roads, railways/ports/airports, urban development (including urban transport, energy efficiency), water/wastewater and solid waste/energy. Portofolio Jaspers relatif seimbang antara lima sektor;, jalan kereta api / pelabuhan / bandara, pembangunan perkotaan (termasuk transportasi kota, efisiensi energi), air / air limbah dan limbah padat / energi. In addition, JASPERS is involved in horizontal tasks such as providing expertise on public-private partnerships (PPPs, which is becoming an increasingly popular European funding route), the financial analysis of projects and state aid issues. Selain itu, Jaspers terlibat dalam tugas horizontal seperti memberikan keahlian pada kemitraan publik-swasta (PPP, yang menjadi rute pendanaan semakin populer di Eropa), analisis keuangan proyek dan masalah negara bantuan.
Support for SMEs, the backbone of Europe's industry Dukungan untuk UKM, tulang punggung's industri EropaOver the last few years, Europe's 23 million Small & Medium Sized Enterprises (SMEs 3 ) have become the focus of interest at EU level and in the Member States.
Selama beberapa tahun terakhir, 23 juta di Eropa Kecil & Menengah (UKM) telah menjadi fokus dari bunga di tingkat Uni Eropa dan di Negara-negara Anggota. The SME sector accounts for 99% of all European enterprises, providing over 100 million jobs. Sektor UKM sebesar 99% dari semua perusahaan Eropa, menyediakan lebih dari 100 juta pekerjaan. Small firms are also a key generator of innovation and entrepreneurial skills. perusahaan kecil juga merupakan kunci generator inovasi dan keterampilan kewirausahaan.
In line with the EU's orientation, the EIB is broadening the range of existing SME products, dovetailing its improvements with the new Small Business Act for Europe announced by the European Commission on 2 July, 2008, which includes a chapter on how to improve SMEs' access to finance.Sejalan dengan orientasi Uni Eropa, EIB adalah memperluas jangkauan produk UKM yang ada, dovetailing perbaikan dengan Usaha Kecil baru Undang-Undang untuk Eropa diumumkan oleh Komisi Eropa pada tanggal 2 Juli,, 2008 yang meliputi bab tentang bagaimana meningkatkan UKM ' akses untuk membiayai.
The EIB Group 4 has been financing SMEs since 1968.Grup EIB telah UKM pembiayaan sejak 1968. Until 2007, activities in the SME sector comprised three types of product, provided through some 200 commercial banks and 300 private equity funds in the 27 Member States of the European Union: Sampai tahun 2007, kegiatan di sektor UKM terdiri tiga jenis produk, yang disediakan melalui sekitar 200 bank umum dan 300 dana ekuitas swasta di 27 Negara Anggota Uni Eropa:
1 )EIB credit lines to commercial banks for the medium or long-term financing of physical investment by SMEs. 1) baris EIB kredit kepada bank komersial untuk jangka panjang atau menengah pembiayaan investasi fisik dengan UKM. This lending activity had an annual volume of about EUR 5bn and reached some 50 000 SMEs per year; Kegiatan ini pinjaman memiliki volume tahunan sekitar 5 milyar EUR dan mencapai sekitar 50 000 UKM per tahun;
2 )Venture capital. 2) Modal ventura. Since 2000, the EIF, the EIB's subsidiary specialised in venture capital and SME guarantees operations, has invested €4.4bn in 273 private equity funds, which acquire stakes in SMEs, primarily innovative small businesses with high growth potential. Sejak tahun 2000, EIF, anak perusahaan EIB's khusus dalam modal ventura dan jaminan UKM operasi, telah menginvestasikan € 4.4bn di 273 dana ekuitas swasta, yang memperoleh saham di UKM, usaha kecil terutama yang inovatif dengan potensi pertumbuhan yang tinggi. These funds have enabled more than 800 000 SMEs to be started up across the European Union since 2001. Dana ini telah memungkinkan lebih dari 800 000 UKM akan memulai Facebook di seluruh Uni Eropa sejak tahun 2001.
3 )Bank guarantees, also provided by the EIF. 3) Bank garansi, juga disediakan oleh EIF. 190 operations have been carried out allowing the partial guarantee of €11.6bn of commitments for bank loans to SMEs. 190 operasi telah dilakukan memungkinkan jaminan parsial € 11.6bn komitmen untuk pinjaman bank untuk UKM.
In 2008, the EIB Group was called to modernize and strengthen its support for Europe's small and medium-sized enterprises, to help mitigate the effects of the credit crisis.Pada tahun 2008, Grup EIB dipanggil untuk memodernisasi dan memperkuat dukungan untuk usaha Eropa kecil dan menengah, untuk membantu mengurangi dampak dari krisis kredit.
In September 2008 the Bank, at the request of the EU's Finance Ministers, decided to earmark €15bn for loans to small and medium-sized enterprises in Europe.Pada bulan September 2008, Bank, atas permintaan Uni Eropa Menteri Keuangan, memutuskan untuk mengalokasikan € 15 milyar untuk kredit usaha kecil dan menengah di Eropa. These loans should be granted via commercial banks over the period 2008-2009 ,as part of an overall package of €30bn. Pinjaman ini harus diberikan melalui bank komersial selama periode 2008-2009, sebagai bagian dari paket keseluruhan sebesar € 30 milyar. This initiative of the EU's Finance Ministers, who are also EIB's Governors and, effectively, its shareholders 5 , constitutes a substantial increase over the Bank's usual lending to this sector following a broad consultation of SME market players carried out by the EIB in 2007-2008. Ini inisiatif dari Uni Eropa Menteri Keuangan, yang juga's Gubernur EIB dan, efektif, pemegang saham, merupakan peningkatan yang substansial atas's biasa pinjaman Bank untuk sektor ini menyusul konsultasi luas pelaku pasar UKM dilakukan oleh EIB tahun 2007-2008 .
The Bank plans to do more and better through the “EIB loan for SMEs”.Bank berencana untuk berbuat lebih banyak dan lebih baik melalui "pinjaman EIB bagi UKM". Still deployed via commercial banks, these are simpler, more flexible and more transparent schemes, for the benefit of a greater number of SMEs and reaching market segments that commercial banks have difficulty accessing (ie SMEs for which the risk is considered too great or the security provided is judged insufficient). Masih digunakan melalui bank-bank komersial, ini lebih sederhana, lebih fleksibel dan lebih skema transparan, untuk kepentingan lebih banyak dan segmen pasar UKM mencapai bahwa bank komersial mengalami kesulitan mengakses (UKM yaitu untuk yang risikonya dianggap terlalu besar atau keamanan diberikan dinilai tidak cukup).
At the same time, the EIB and the EIF have committed to enhancing their cooperation in mezzanine funding and micro credit to target firms that have the most difficulties raising funds.Pada saat yang sama, EIB dan EIF telah berkomitmen untuk meningkatkan kerjasama mereka dalam pendanaan mezzanine dan kredit mikro untuk menargetkan perusahaan yang memiliki kesulitan yang paling penggalangan dana.
Financing investments that ensure environmental sustainability Pembiayaan investasi yang menjamin keberlanjutan lingkungan
For all projects it finances, the EIB pays special attention to the issue of environmental sustainability, focussing on the environmental impact assessment of the investments proposed; the adequacy of mitigating measures; and, more than before, on the energy efficiency of proposed technologies or processes.
Untuk semua proyek yang akan dibiayainya, EIB memberikan perhatian khusus terhadap isu kelestarian lingkungan, dengan fokus pada penilaian dampak lingkungan dari investasi yang diajukan; kecukupan tindakan mitigasi, dan, lebih dari sebelumnya, pada efisiensi energi dari teknologi yang diusulkan atau proses .
The Bank applies a broad definition of the concept “environment”, to include a number of related economic and social issues, and these are now being given greater attention as the general approach of the Bank evolves into a more holistic treatment of the interrelated environmental,social and economic strands of sustainable development.Bank menerapkan definisi yang luas dari "lingkungan" konsep, untuk memasukkan sejumlah isu ekonomi dan sosial yang terkait, dan ini sekarang sedang diberikan perhatian yang lebih besar sebagai pendekatan umum Bank berevolusi menjadi pengobatan yang lebih holistik dari lingkungan yang saling terkait, sosial dan ekonomi helai pembangunan berkelanjutan. These three dimensions were reaffirmed by the European Council in June 2006 in the adoption of a Renewed EU Sustainable Development Strategy. Ketiga dimensi tersebut ditegaskan kembali oleh Dewan Eropa pada bulan Juni 2006 di adopsi Berkelanjutan Uni Eropa Diperbaharui Strategi Pembangunan.
Against this background, the EIB has refined its project identification as well as its appraisal and monitoring techniques to ensure that sustainabilityis sufficiently and consistently considered during the whole cycle of the project appraisal.In particular, the Bank ensures that all the projects that it finances are compliant with EU environmental principles and standards in support of EU policies and protect and improve the natural and built environments, promoting social well-being in the interests of sustainable development.Terhadap latar belakang ini, EIB telah disempurnakan identifikasi proyek serta penilaian dan teknik pemantauan untuk memastikan bahwa sustainabilityis cukup dan konsisten dipertimbangkan selama siklus seluruh appraisal.In proyek tertentu, Bank memastikan bahwa semua proyek yang akan dibiayainya adalah mengikuti prinsip-prinsip lingkungan dan standar Uni Eropa dalam mendukung kebijakan Uni Eropa dan melindungi dan memperbaiki lingkungan alam dan dibangun, mempromosikan kesejahteraan sosial untuk kepentingan pembangunan berkelanjutan.
With mounting evidence on the pace and severity of climate change growing, climate change issues have recently dominated the environmentalagenda.Dengan pemasangan bukti pada kecepatan dan tingkat keparahan perubahan iklim yang berkembang, isu perubahan iklim baru-baru ini mendominasi environmentalagenda tersebut. The EIB supports specific environmental investments that focus on climate change, protecting nature and bio-diversity, dealing with the links between environment and health, and promotingthe sustainable use of natural resources and management of waste. EIB mendukung investasi lingkungan spesifik yang fokus pada perubahan iklim, sifat melindungi dan bio-keragaman, berurusan dengan hubungan antara lingkungan dan kesehatan, dan pemanfaatan secara berkelanjutan promotingthe sumber daya alam dan pengelolaan limbah.
In March 2007, following the European Council's decision to effectivelyand urgently tackle the challenges of climate change by committing the EU to a major reduction of greenhouse gas emissions by 2020, the EIB launched a number of facilities.Pada bulan Maret 2007, menyusul keputusan Dewan Eropa untuk effectivelyand segera mengatasi tantangan perubahan iklim dengan melakukan Uni Eropa untuk pengurangan besar emisi gas rumah kaca pada tahun 2020, EIB meluncurkan sejumlah fasilitas. Together with other financial institutions, four carbon-trading funds were established in order to facilitate carbon emission rights trading under the Union's Emissions Trading Scheme (ETS): [see box on EIB Carbon funds]. Bersama dengan lembaga keuangan lainnya, empat karbon-trading dana didirikan dalam rangka memfasilitasi perdagangan hak emisi karbon di bawah Emisi Uni's Trading Scheme (ETS): [lihat kotak di dana EIB Karbon].
These initiatives are joined by ia a dedicated multi year Financing Facility for financing projects whose promoters are participating in the EU Emissions Trading Scheme (ETS) and seeking to reduce their greenhouse gas emissions.Inisiatif-inisiatif ini bergabung dengan besarbesaran tahun Fasilitas Pembiayaan multi didedikasikan untuk proyek-proyek pembiayaan yang promotor berpartisipasi dalam Skema Perdagangan Emisi Uni Eropa (ETS) dan berusaha untuk mengurangi emisi gas rumah kaca. Simultaneously the EIB has set up framework loans for investment projects that mitigate or reduce greenhouse gas and other polluting emissions ia in the Union but also in China and other countries, as well as a Technical Assistance Facility (TAF) to help identify, prepare and market Joint Implementation (JI) and the Clean Development Mechanism (CDM) project-related carbon credits. Secara simultan EIB telah membuat kerangka kerja kredit untuk proyek-proyek investasi yang mengurangi atau mengurangi gas rumah kaca dan polusi lainnya besarbesaran emisi di Uni tetapi juga di Cina dan negara-negara lain, serta Bantuan Teknis Facility (TAF) untuk membantu mengidentifikasi, mempersiapkan dan pasar Joint Implementation (JI) dan Mekanisme Pembangunan Bersih (CDM) kredit karbon yang berhubungan dengan proyek.
In May 2007 the EIB committed itself to tackle the challenges of climate change also on the borrowing side, through a bond issue that combined innovative features focused on climate protection.Pada bulan Mei 2007, EIB berkomitmen untuk mengatasi tantangan perubahan iklim juga di sisi pinjaman, melalui penerbitan obligasi yang fitur inovatif gabungan difokuskan pada perlindungan iklim. The funds raised through the second 'European Public Offering of Securities' (EPOS II) were earmarked for investment in future EIB lending projects within the fields of renewable energy and energy efficiency – key areas for international climate protection. Dana yang melalui kedua 'Eropa Penawaran Umum Efek' (EPOS II) telah disisihkan untuk investasi dalam proyek-proyek pinjaman EIB masa depan dalam bidang energi terbarukan dan efisiensi energi - area kunci untuk perlindungan iklim internasional. EPOS II was the first bond to be sold via public offering in all 27 EU Member States. EPOS II adalah obligasi pertama yang dijual melalui penawaran umum di semua 27 Anggota Uni Eropa.
EIB loans for an innovative future The Lisbon European Council (March 2000) launched a new Union strategy to strengthen employment, economic reform and social cohesion as part of the emerging knowledge-based economy 6 .EIB pinjaman untuk masa depan yang inovatif ini Lisbon Dewan Eropa (Maret 2000) meluncurkan strategi Uni baru untuk memperkuat kerja, reformasi ekonomi dan kohesi sosial sebagai bagian dari ekonomi berbasis pengetahuan yang muncul. The EIB's initial contribution to this strategy consisted in its Innovation 2000. Kontribusi awal yang EIB untuk strategi ini terdiri dalam Surat Inovasi 2000.
Initiative (i2i), through which some €15 billion of loans for innovation-rich investments were advanced.Initiative (i2i), melalui beberapa 15 € miliar pinjaman untuk investasi inovasi-kaya yang canggih. After the Barcelona (March 2002) and Brussels (March 2003) European Councils, the EIB was encouraged to target investment in R&D and innovation in the private and public sectors. Setelah Barcelona (Maret 2002) dan Brussels (Maret 2003) Dewan Eropa, EIB didorong untuk target investasi dalam R & D dan inovasi di sektor swasta dan publik. In April 2003, under the continued acronym i2i (Innovation 2010 Initiative), the Bank extended and fine-tuned its support for the Lisbon agenda In 2000, the EIB pledged to lend €50 billion for innovative projects over the period 2000-2010. Pada April 2003, di bawah i2i akronim lanjutan (Inovasi 2010 Initiative), Bank dukungan diperpanjang dan fine-tuned untuk agenda Lisbon Pada tahun 2000, EIB berjanji untuk meminjamkan € 50 milyar untuk proyek-proyek yang inovatif selama periode 2000-2010. This objective was reached three years earlier: with €10.3 billion in loans under i2i in 2007, total innovation lending (2000-1007) stood at €56 billion at the end of the year. Tujuan ini dicapai tiga tahun sebelumnya: 10300000000 € dengan pinjaman di bawah i2i pada tahun 2007, inovasi total kredit (2000-1007) berdiri di 56000000000 € pada akhir tahun. The i2i initiative focuses on three objectives paving the way for technological modernization and the tailoring of human capital to the European economy of tomorrow: Inisiatif i2i berfokus pada tiga tujuan membuka jalan bagi modernisasi teknologi dan menjahit modal manusia untuk perekonomian Eropa besok:
1 ) Improving access to quality Education and training (support to investment in education and training by financing lifelong learning interventions throughout the education life cycle; education in all settings; tangibles and intangibles); 1) Meningkatkan akses terhadap kualitas pendidikan dan pelatihan (dukungan untuk investasi dalam pendidikan dan pelatihan dengan pembiayaan intervensi belajar sepanjang hayat di seluruh siklus hidup pendidikan; pendidikan di semua pengaturan, bukti fisik dan tidak berwujud);
2 ) Promoting excellence in Research, Development and Innovation: through the Risk-Sharing Finance Facility (RSFF), the EIB can advance loans for R&D involving financial risks above those normally accepted by investors. 2 Mempromosikan keunggulan) dalam Penelitian, Pengembangan dan Inovasi: melalui Risiko-Berbagi Fasilitas Keuangan (RSFF), EIB dapat uang muka pinjaman untuk R & D yang melibatkan risiko keuangan di atas yang biasanya diterima oleh investor. Together, the EIB and the Commission will provide up to EUR 2 billion for the period 2007-2013; and Bersama, EIB dan Komisi akan menyediakan hingga EUR 2 milyar untuk periode 2007-2013; dan
3 ) Supporting the diffusion of technologies and the development of information and communication technology (ICT), involving the rollout of fixed and mobile broadband networks and access technologies and the creation of networks in a number of sectors (e-health, e-transport, etc.). 3) Mendukung difusi teknologi dan pengembangan teknologi informasi dan komunikasi (ICT), yang melibatkan peluncuran mobile broadband jaringan dan tetap dan teknologi akses dan penciptaan jaringan di sejumlah sektor (e-health, e-transportasi, dll).
Connecting Europe Menghubungkan Eropa
The need to provide freedom of movement of goods, persons, energy and information underpins the fundamental developmental and integration aims of the European Union (EU).Kebutuhan untuk menyediakan kebebasan pergerakan barang, orang, mendasari energi dan informasi tujuan pembangunan dan integrasi fundamental dari Uni Eropa (UE). At the heart of European policy, the expansion of the Trans-European Transport and Energy Networks (TENs) remains a key objective for the EIB. Di jantung kebijakan Eropa, perluasan Transportasi Trans-Eropa dan Energi Jaringan (TENS) tetap menjadi tujuan utama untuk EIB. The EU has identified 30 priority projects within the TEN-T network on which financial support from the EU budget will be concentrated. Uni Eropa telah mengidentifikasi 30 proyek prioritas dalam jaringan TEN-T di mana dukungan keuangan dari anggaran Uni Eropa akan terkonsentrasi. In addition, the Commission's priority list of TEN-Energy projects (TEN-E) comprises a total of 10 electricity and natural gas transportation schemes, ranging from small cross-border power links to transcontinental gas pipelines 7 . Selain itu,'s prioritas daftar Komisi-Energi proyek TEN (SEPULUH-E) terdiri dari total 10 listrik dan transportasi gas skema alam, mulai dari kecil perbatasan kekuasaan link-salib untuk jaringan pipa gas antar benua. The estimated cost of the TEN-T projects (of which 21 are rail schemes) is EUR 600 billion. Estimasi biaya proyek SEPULUH-T (dari yang 21 adalah skema rel) adalah EUR 600 miliar. EU contributions will remain well below the investment requirements. kontribusi Uni Eropa akan tetap jauh di bawah kebutuhan investasi. The EIB is expected to bridge the financial gap and accelerate the completion of the network, envisaged for 2020. EIB diharapkan dapat menjembatani kesenjangan keuangan dan mempercepat penyelesaian jaringan, dipertimbangkan untuk 2020. Over the last few years, EIB transport lending has increased to projects for urban transport; for research and development aiming at lower emissions; and projects improving fuel efficiency and safety. Selama beberapa tahun terakhir, pinjaman EIB transportasi telah meningkat menjadi proyek untuk transportasi perkotaan; untuk penelitian dan pengembangan bertujuan emisi yang lebih rendah, dan proyek peningkatan efisiensi bahan bakar dan keselamatan. Overall, the Bank has demonstrated a clear preference towards funding projects in the railway sector. Secara keseluruhan, Bank telah menunjukkan preferensi yang jelas terhadap dana proyek-proyek di sektor kereta api. Although the relationship between the stock of infrastructure capital and greenhouse gas emissions is complex, this does not, in itself, call into question the EIB's continued commitment to TENs. Meskipun hubungan antara stok modal infrastruktur dan emisi gas rumah kaca adalah kompleks, ini tidak, dalam dirinya sendiri, mempertanyakan komitmen EIB untuk TENS. In particular, funding railways, inland waterways and maritime projects (in particular the Motorways of the Sea) will continue to be a priority as these are the most promising in terms of reducing greenhouse gas emissions per transport unit. Secara khusus, pendanaan kereta api, lalu lintas air dan proyek maritim (khususnya jalan raya Laut) akan terus menjadi prioritas karena ini adalah yang paling menjanjikan dalam hal mengurangi emisi gas rumah kaca per unit transportasi. The same applies to urban transport and intermodal hubs. Hal yang sama berlaku untuk transportasi perkotaan dan antar moda hub.
Road and airport projects must demonstrate high economic value.Jalan dan bandara proyek harus menunjukkan nilai ekonomi tinggi. Support will focus on improvements in safety, efficiency and reduced environmental impacts. Dukungan akan berfokus pada peningkatan keamanan, efisiensi dan dampak lingkungan dikurangi. In the period 2000-2007, the EIB lent €54.2bn for investment in transport TENs. Pada periode 2000-2007, EIB dipinjamkan € 54.2bn untuk investasi dalam puluhan transportasi. Given the continuing need for investing in large infrastructure networks across the Union the EIB has committed itself to provide at least €75 billion for TEN-T projects between 2004 and 2013. Mengingat adanya kebutuhan untuk terus berinvestasi pada jaringan infrastruktur besar di Uni EIB berkomitmen untuk menyediakan setidaknya 75000000000 € untuk proyek SEPULUH-T antara 2004 dan 2013.
Public Private Partnerships (PPPs) are gaining importance as vehicles to finance much-needed public infrastructure across Europe, accounting for well over EUR 200 bn of investment to date and over EUR 100 bn likely to be invested through PPP transactions in the coming five years.Kemitraan Publik Swasta (PPP) yang semakin penting sebagai kendaraan untuk membiayai infrastruktur publik yang sangat dibutuhkan di seluruh Eropa, akuntansi selama lebih dari 200 milyar EUR investasi untuk tanggal dan lebih dari EUR 100 miliar kemungkinan akan diinvestasikan melalui transaksi PPP dalam lima tahun mendatang. In September 2008 the EIB launched a European PPP Expertise Centre (EPEC), together with the European Commission. Pada bulan September 2008 EIB meluncurkan PPP Eropa Keahlian Centre (EPEC), bersama dengan Komisi Eropa. By building on the experience of EIB and EPEC staff in negotiating and delivering PPP transactions ensures EPEC envisages enabling public authorities in the EU Member and Candidate Countries to become more effective participants in PPP transactions. Dengan membangun pengalaman EIB dan staf EPEC dalam proses negosiasi dan transaksi PPP memastikan memberikan membayangkan EPEC memungkinkan otoritas publik di Calon Anggota Uni Eropa dan Negara-negara peserta menjadi lebih efektif dalam transaksi PPP.
Powering a clean Europe Powering Eropa yang bersih
The EIB has been increasingly active in the energy sector for some time, responding to growing awareness around the world of the gravity of the challenge posed by climate change.EIB telah semakin aktif di sektor energi untuk beberapa waktu, menanggapi meningkatnya kesadaran di seluruh dunia dari gravitasi dari tantangan yang ditimbulkan oleh perubahan iklim. In June 2007 the EIB's Board of Governors endorsed a new energy policy, called “Clean Energy for Europe: a Reinforced EIB Contribution”, which clarified and strengthened the Bank's role in working towards EU targets on energy use and supply 8 . Pada bulan Juni 2007 Dewan Gubernur EIB mendukung kebijakan energi baru, yang disebut "Clean Energy untuk Eropa: sebuah bertulang EIB Kontribusi", yang diperjelas dan memperkuat Bank peran dalam bekerja menuju sasaran Uni Eropa pada penggunaan energi dan pasokan 8. This new approach was immediately translated into real action. Pendekatan baru ini segera diterjemahkan ke dalam tindakan nyata. In 2007 loans in the energy sector totalled €6.8 billion, of which more than €5.4 billion was for projects inside the EU. Pada tahun 2007 kredit di sektor energi sebesar € 6800000000, yang lebih dari € 5400000000 adalah untuk proyek-proyek di dalam Uni Eropa. Outside the EU, about EUR 1.4bn went to energy projects in China, the Mediterranean partner countries, Croatia, the Balkans, Uganda and South Africa. Di luar Uni Eropa, sekitar 1.4bn EUR pergi ke proyek-proyek energi di China, negara-negara mitra Mediterania, Kroasia, Balkan, Uganda dan Afrika Selatan. The overall lending figure was not only a huge increase on 2006, but far beyond the total target of €4 billion that the Bank had originally set itself. Sosok pinjaman secara keseluruhan tidak hanya peningkatan yang sangat besar pada tahun 2006, namun jauh melampaui target total € 4 miliar yang Bank semula mengatur dirinya sendiri. And 2007 EIB lending to renewable energy projects inside and outside the EU topped EUR 2 billion – roughly four times the figure for 2006. Dan 2007 pinjaman EIB kepada proyek-proyek energi terbarukan di dalam dan di luar Uni Eropa melampaui EUR 2 milyar - sekitar empat kali angka untuk tahun 2006.
Indeed, the EIB has particularly reinforced its contribution in the areas of renewable energy (RE) and energy efficiency (EE).Memang, EIB telah sangat memperkuat kontribusinya di bidang energi terbarukan (RE) dan efisiensi energi (EE). The new annual target lending to RE projects is EUR 800 million (minimum), and 50% of EIB lending is foreseen for electricity generation associated with RE technologies. The target pinjaman baru tahunan untuk proyek-proyek RE adalah EUR 800 juta (minimal), dan 50% dari pinjaman EIB adalah diramalkan untuk pembangkit listrik yang terkait dengan teknologi RE. The EIB financing share of total costs for RE projects has raised from 50 to 75%, in particular for “emerging RE technologies” and investments contributing significantly to EE. Pembiayaan EIB saham total biaya untuk proyek-proyek RE telah dibangkitkan dari 50 hingga 75%, khususnya untuk "teknologi RE yang muncul" dan investasi memberikan kontribusi signifikan terhadap EE. The selection criteria for RE technologies have been updated, and ad hoc financial instruments for smaller-scale investments, including the recourse to structured finance, have been developed. Kriteria seleksi untuk teknologi RE telah diperbarui, dan ad hoc instrumen keuangan untuk investasi skala kecil, termasuk jalan untuk membiayai terstruktur, telah dikembangkan. These new targets will further diversify the Bank's RE projects portfolio by developing less mature markets both in and outside the EU and by favouring the deployment of less-developed RE sources (other than wind and hydro schemes and such as solar power, biomass or bio-fuels). Ini target baru lebih lanjut akan diversifikasi Bank RE portofolio proyek dengan mengembangkan pasar yang kurang matang baik di dalam maupun di luar Uni Eropa dan dengan mendukung penyebaran sumber RE yang kurang berkembang (selain skema angin dan air dan seperti tenaga surya, biomassa atau bio- bahan bakar). In 2007, EIB lending to renewable energy covered not only proven technologies such as onshore wind, hydro or geothermal power, but also those still under development, for example photovoltaic and solar thermal generation. Pada tahun 2007, pinjaman EIB kepada energi terbarukan mencakup tidak hanya terbukti teknologi seperti angin darat, air atau tenaga panas bumi, tetapi juga mereka yang masih dalam pengembangan, untuk generasi fotovoltaik misalnya panas dan matahari. In fact, lending to renewable energy projects represented 55 percent of all EIB lending for electricity generation. Bahkan, pinjaman untuk proyek energi terbarukan mewakili 55 persen dari seluruh pinjaman EIB untuk pembangkit listrik. The Bank does not only support EU climate change and energy policies via its lending in favour of projects fostering RE sources, but also by promoting a rational use of energy. Bank tidak hanya mendukung UE perubahan iklim dan kebijakan energi melalui pinjaman dalam mendukung proyek-proyek pembinaan sumber RE, tetapi juga dengan mempromosikan penggunaan energi yang rasional. The EIB's energy efficiency (EE) target areas include for instance financing EE investment programmes in different sectors such as social housing, schools, industry, etc. as well as combined heat and power plants and district heating networks. efisiensi energi EIB's (EE) area target, termasuk untuk EE contoh pembiayaan program investasi di sektor-sektor yang berbeda seperti perumahan sosial, sekolah, industri, dll serta gabungan panas dan pembangkit tenaga listrik dan jaringan distrik pemanas. EE considerations are mainstreamed into all EIB operations, working with promoters to extend the EE potential of projects.The EIB can also finance projects contributing to energy diversification and security at EU level, notably Trans-European Energy Network projects; electricity grids and connections, gas pipelines, gas storage and LNG projects; and power stations contributing to diversification at European level. pertimbangan EE dimasukkan ke dalam semua operasi EIB, bekerja sama dengan promotor untuk memperpanjang potensi EE dari EIB projects.The juga dapat membiayai proyek-proyek berkontribusi terhadap diversifikasi energi dan keamanan di tingkat Uni Eropa, khususnya Trans-Eropa Energi Jaringan proyek; jaringan listrik dan koneksi, gas pipa, penyimpanan gas dan LNG proyek; dan pembangkit listrik berkontribusi terhadap diversifikasi di tingkat Eropa. In line with EU's priorities, the Bank's energy activities in Neighbour and Partner countries focus on creating a pan-European Energy Community with Neighbour countries (an objective largely covered through TEN-E projects), and on enhancing security of energy supply in the EU. Sejalan dengan prioritas Uni Eropa, energi Bank aktivitas di negara-negara Tetangga dan Mitra fokus pada menciptakan Energi pan-Masyarakat Eropa dengan negara-negara Tetangga (tujuan sebagian besar ditutupi melalui proyek SEPULUH-E), dan meningkatkan keamanan pasokan energi di Uni Eropa. The EIB is building a pipeline of climate change projects in these countries, mainly energy efficiency and renewable energy projects, with the aim to improve access of the local population to modern energy sources EIB sedang membangun jaringan pipa proyek perubahan iklim di negara-negara, terutama efisiensi energi dan proyek-proyek energi terbarukan, dengan tujuan untuk meningkatkan akses penduduk setempat untuk sumber energi modern
EIB Carbon Funds EIB Dana Karbon
The EIB supports the EU's climate change policy ia through its carbon funds.EIB mendukung itu perubahan iklim Uni Eropa besarbesaran kebijakan melalui dana karbon. The Bank has established carbon funds with the EBRD, the World Bank and KfW, and is sponsoring a second-generation fund with a group of European public financing institutions in order to support the development of the carbon market post-2012 (after the expiry of the Kyoto Protocol). Bank telah membentuk dana karbon dengan EBRD, Bank Dunia dan KfW, dan mensponsori sebuah generasi dana kedua dengan sekelompok Eropa lembaga pembiayaan publik dalam rangka mendukung pengembangan pasar karbon pasca 2012 (setelah berakhirnya Protokol Kyoto).
The Multilateral Carbon Credit Fund (MCCF) provides for the sovereign shareholders of EBRD and EIB and companies in the Member States to meet emissions obligations under the EU ETS, by purchasing carbon credits from emission reduction projects financed by the two banks.Kredit Karbon Multilateral Fund (MCCF) menyediakan bagi pemegang saham kedaulatan EBRD dan EIB dan perusahaan di negara-negara anggota untuk memenuhi kewajiban emisi di bawah EU ETS, dengan membeli kredit karbon dari proyek pengurangan emisi yang dibiayai oleh dua bank.
The Carbon Fund for Europe (CFE) will purchase greenhouse gas emission reductions from climate-friendly investment projects of either bank's portfolio generated by the Kyoto Protocol's CDM and JI mechanisms and so help project sponsors in the EU Member States and the European private sector develop projects intended to reduce GHG emissions.Dana Karbon untuk Eropa (CFE) akan membeli gas pengurangan emisi rumah kaca dari ramah investasi proyek-iklim bank portofolio baik yang dihasilkan oleh Protokol Kyoto CDM dan mekanisme JI dan membantu sponsor proyek di negara anggota Uni Eropa dan sektor swasta Eropa mengembangkan proyek-proyek dimaksudkan untuk mengurangi emisi gas rumah kaca. The EIB-KfW Value Added Carbon Credit Fund will facilitate the financing of projects through the acquisition of carbon credits resulting from reducing emissions GHGs, for instance through renewable energy
The-KfW EIB Pertambahan Nilai Kredit Karbon Fund akan memfasilitasi pembiayaan proyek-proyek melalui pembelian kredit karbon yang dihasilkan dari pengurangan emisi gas rumah kaca, misalnya melalui energi terbarukan
applications, energy efficiency, etc.
aplikasi, efisiensi energi, dll
Post-2012 Carbon Credit Fund aims to purchase carbon credits that currently accrue post 2012 and reselling them to entities with compliance obligations under the existing EU-ETS and/ or intermediaries after 2012 .Pasca-2012 Dana Kredit Karbon bertujuan untuk membeli kredit karbon yang saat ini bertambah pasca tahun 2012 dan dijual kembali kepada badan usaha dengan kewajiban kepatuhan di bawah-Uni Eropa yang ada ETS dan / atau perantara setelah 2012.

Penutup
Pola hidup dengan semangat investasi merupakan hal yang sangat krusial untuk dikembangkan ditengah sistem perekonomian yang sedang berkembang seperti saat ini. Di beberapa negara maju seperti Amerika Serikat yang tingkat pendidikan masyarakatnya sudah beberapa langkah lebih maju, lembaga keuangan yang memiliki perkembangan lebih cepat justru pasar modal. Hal ini mengindikasikan bahwa skim investasi lebih diminati oleh masyarakat. Dengan pola investasi, masyarakat dapat memantau secara langsung kinerja usaha yang diminati. Hal yang sangat bertolak belakang dengan sistem perbankan dengan bunga tetap. Di negara lain seperti Jepang, bahkan pemerintah sangat mendukung semangat investasi dengan menurunkan tigkat suku bunga hingga mendekati angka 0% atau lebih dikenal dengan nil interest. Untuk negara maju berkembang seperti Indonesia, semangat investasi sangat dibutuhkan. Jika demikian, sekaranglah saatnya untuk mengubah pola hidup dari menabung ke investasi. Namun perubahan besar seperti ini bukanlah hal mudah, dibutuhkan kekuatan besar untuk mengubahnya. Siapakah The Power Of Change itu ? Saya yakin semua pihak setuju jika Bank Syariah adalah the power of change.

Comments

Popular posts from this blog

anggaran jasa-jasa bank (budgetting)

DASAR-DASAR PEMIKIRAN EKONOMI ISLAM

konsep investasi dalam islam